Senin, 19 Desember 2011

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Il Meninggal Dunia

Pemimpin negara komunis Korea Utara, Kim Jong Il meninggal dunia. Berita kematian Kim Jong Il diberitakan oleh televisi pemerintah Korea Utara di Pyongyang, Senin (19/12). 



Kim Jong Il dikabarkan meninggal di usia 69 tahun. Belum diketahui dengan pasti penyebab kematian Kim Jong Il, seperti yang diberitakan oleh Associated Press, Senin (19/12).
Kim Jong Il diketahui pernah terserang stroke pada 2008 lalu. Pria yang lahir di Siberia pada 1941 silam ini sudah memerintah Korea Utara sejak 1994, meneruskan kepemimpinan ayahnya Kim Il Sung yang meninggal dunia di tahun yang sama.
Pada 2010 lalu, Kim Jong Il mewariskan kekuasaannya kepada putra ketiganya, Kim Jong Un.


TRIBUNNEWS.COM, PYONGYANG - Jutaan warga Korea Utara berkabung, Senin (19/12) begitu mendengar kabar pemimpin mereka, Kim Jong Il meninggal dunia. Mereka keluar rumah dan memenuhi jalanan untuk menunjukkan duka cita.
Di ibu kota Pyongyang, warga berkumpul di sejumlah tempat, di jalanan, alun-alun dan sebagainya. Di tempat-tempat itu, mereka berlutut dan menangis. Para orang tua dan anak-anak meletakkan karangan bunga di sejumlah tugu peringatan.
Dengan berlinang airmata, Kim Yong Ho, warga Pyongyang, mengatakan, Kim Jong Il membuat hidup orang-orang lebih bahagia. “Yang dilakukannya saat meninggalkan adalah bekerja dan bepergian naik kereta api,” katanya.
Beberapa orang lain berjalan melewati sebuah lukisan raksasa yang menggambarkan Kim Jong Il dan mendiang ayahnya yang juga pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, berdiri bersama di Gunung Paektu, tanah kelahiran Kim Jong Il. Di bawah lukisan itu diletakkan puluhan karangan bunga.
“Bagaimana mungkin surga bisa sekejam itu? Kembalilah jenderal. Kami tidak percaya kau pergi,” kata Hong Son Ok setengah berteriak ketika diwawancarai televisi pemerintah Korea Utara sambil tubuhnya terguncang.
Pemerintah Korea Utara mengatakan, jenazah Kim akan disemayamkan di Kumsusan Memorial Palace di Pyongyang sebelum dimakamkan pada 28 Desember. Selama 11 hari berkabung itu, kegiatan berbau hiburan dilarang digelar. Pemerintah juga tidak menerima ucapan belasungkawa dari negara asing.
Dalam siaran khusus dari Pyongyang, Senin (19/12/2011), televisi pemerintah mengabarkan Kim meninggal dunia di kereta api akibat kelelahan fisik dan mental setelah melakukan inspeksi lapangan yang sangat melelahkan, Sabtu (17/12/2011). Dinyatakan juga, otopsi yang berlangsung Minggu (18/12/2011).


0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright 2013 © S.A.DI.S ( Semua Ada Di Sini )